Rejang Lebong, Bengkulu ANTARA - Pemerintah Kabupaten Pemkab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menggelar program bimbingan mental masyarakat yang tersebar di 15 kecamatan di wilayah itu. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Rejang Lebong Herwin Wijaya Kusuma di Rejang Lebong, Kamis, mengatakan program itu menyasar kalangan remaja, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, pengurus badan musyawarah adat BMA desa dan kelurahan. "Program bimbingan mental dalam 15 kecamatan di Kabupaten Rejang Lebong tahun 2023 ini sudah dilaksanakan di dua kecamatan, yakni Curup Selatan dan Kecamatan Curup Timur. Untuk 13 kecamatan lainnya akan dilaksanakan dalam waktu dekat," kata dia. Dia menjelaskan program bimbingan mental dan spiritual yang dilaksanakan pemda setempat sejak beberapa tahun belakangan ini menyajikan materi antara lain tentang bahaya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, pembinaan kerukunan rumah tangga, peningkatan pengetahuan keagamaan, dan pembinaan bidang kepemudaan. Para pemateri dalam kegiatan tersebut, kata dia, melibatkan pejabat dari Pemkab Rejang Lebong, petugas Polres Rejang Lebong, kejaksaan, Kementerian Agama, TP PKK Rejang Lebong, Baznas, dan Karang Taruna. Dia menjelaskan dalam pelaksanaan program bimbingan mental ini akan memberikan pemahaman kepada masyarakat, baik dalam bidang tata pemerintahan, hukum, adat istiadat, maupun perilaku hidup bermasyarakat. Bupati Rejang Lebong Syamsul Effendi saat memberikan sambutan pada program bimbingan mental yang dilaksanakan di Kecamatan Curup Timur, Rabu 7/6, meminta kalangan pemuda dan pemudi daerah itu untuk menjauhi narkoba dan tidak mengakses tontonan negatif melalui internet karena bisa merusak mental. Dia berharap, program ini menciptakan kerukunan masyarakat, menekan kasus kriminalitas dan penyalahgunaan narkoba, serta tercipta kepedulian sosial antarwarga.RejangLebong adalah sebuah wilayah di Bengkulu, Indonesia. Di sini terdapat beragam tipe properti, mulai dari apartemen, vila, hingga tanah. Lihat daftar lengkap properti dijual maupun untuk disewakan di Rejang Lebong untuk menemukan rumah impian Anda di sini. Ilustrasi rumah adat. Foto Sebuah mobil melintas di depan sebuah Rumah Gadang rumah adat tradisional Minangkabau yang kondisinya rusak di Nagari Sumpu, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Ahad 23/2/2020Antara/Iggoy el Fitra Foto Antara/Iggoy el Fitra 43 rumah adat nantinya akan mewakili rumah adat dari setiap provinsi di Tanah Air. LEBONG - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, akan melanjutkan pembangunan rumah adat Nusantara di kawasan Villa Diklat Danau Mas Harun Bastari DMHB di daerah itu. Pembangunan rumah adat Nusantara di kawasan wisata di daerah itu sebelumnya sudah ada 15 unit dan 15 unit lagi akan dibangun tahun ini. "Pembangunan rumah adat Nusantara ini akan kamilanjutkan pada Tahun 2020 ini dengan besaran anggaran yang disiapkan Rp 2 miliar yang ditargetkan bisa membangun 15 unit rumah adat," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum DPU Kabupaten Rejang Lebong Yusran Fauzi di Rejang Lebong, Senin 9/3. Dijelaskan dia, dengan adanya lanjutan pembangunan 15 unit rumah adat tersebut maka nantinya di kawasan Villa Diklat DMHB akan ada 30 unit bangunan rumah adat Nusantara dan masih tersisa empat unit lagi karena ini sesuai dengan jumlah provinsi di Indonesia. "Target Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong adalah membangun 34 unit rumah adat sesuai dengan jumlah provinsi yang ada di Indonesia, karena rumah-rumah adat tersebut nantinya akan mewakili rumah adat dari setiap provinsi di Tanah Air," ujarnya. Sementara itu, pada pembangunan rumah adat yang mereka lakukan ini terlihat hampir sama besar, tetapi pada pelaksanaannya tidak sama mengingat rumah adat satu daerah dengan daerah lainnya memiliki bentuk yang berbeda-beda, terutama pada atap maupun ornamen lainnya. Sejauh ini pihaknya hanya melakukan pembangunan bangunan saja, sedangkan untuk proses selanjutnya diserahkan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Rejang Lebong. Hal itu sudah berlaku kepada pembangunan rumah adat tahun anggaran sebelumnya, seperti pengadaan mebeler dan sarana pendukung lainnya. sumber ANTARA
DijualRumah Murah di Indonesia, temukan listing Rumah terbaru hanya di OLX pusat jual beli Rumah terlengkap di Indonesia. Lainnya (PPJB, Girik, Adat, dll) Lantai. Pilih dari pilihan di bawah. 1+ LANTAI. 2+ LANTAI. 3+ LANTAI. Curup Tengah, Rejang Lebong Kab. 12 Jun. Rp 380.000.000 3 KT - 2 KM - 150 m2 di jual cepat rumah pribadi. CurupRumah adat Rejang di Kabupaten LebongLEBONG, – Rumah Adat Rejang di simpang tiga menuju Pasar Muara Aman, tepatnya di Desa Kampung Muara Aman Kecamatan Lebong Utara Kabupaten Lebong, Desa Kampung Muara Aman, Rodial mengatakan, rumah adat rejang tersebut diketahui sudah terlantar sekira 16 tahun.”Banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi rumah adat yang seakan ditelantarkan. Sehingga oleh masyarakat di kawasan itu dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah,” ungkap menyampaikan, pada 2014 perangkat desa sempat mengajukan proposal kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Perhubungan DPUPRP Kabupaten Lebong.”Sempat direspon oleh DPUPRP, hanya saja dana untuk perehaban kecil. Sehingga rehab tidak jadi dilakukan,” demikian Rodial.
MEDIACENTER REJANG LEBONG - Bertempat di Kampung Inggris Desa Rimbo Recap Kecamatan Curup Selatan, Bupati Rejang Lebong Drs. Syamsul Effendi,MM, didampingi unsur Forkopimda Rejang Lebong secara serentak mengikuti Zoom Meeting bersama Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Bengkulu DR.Heri Jerman SH, MH, yang didampingi Gubernur Provinsi Bengkulu DR.
Rejang Lebong, Bengkulu ANTARA - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek memberikan apresiasi upaya pelestarian aksara kaganga milik suku Rejang di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, yang dilakukan kalangan masyarakat setempat. "Kami dari Kemendikbud sangat menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini, tidak banyak komunitas atau kelompok-kelompok anak muda yang punya inisiatif dan semangat untuk melestarikan warisan budaya," kata Ratna Yunasih Staf Direktorat Kepercayaan Terhadap Tuhan YME dan Masyarakat Adat Kemendikbudristek d isela-sela kegiatan pelatihan aksara kaganga di Rejang Lebong, Sabtu. Dia mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan oleh pengurus daerah Aliansi Masyarakat Adat Nusantara AMAN Rejang Lebong tersebut sebagai upaya untuk melestarikan salah satu warisan budaya mereka agar tidak punah yakni aksara kaganga. Melalui kegiatan yang bertemakan merawat aksara kaganga Rejang ini, kata dia, mereka mencoba untuk mengenalkannya kembali aksara kaganga kepada anak-anak muda serta berupaya melakukan revitalisasi maupun bekerjasama dengan dinas pendidikan dan kebudayaan setempat menguatkan muatan lokal yang terkait dengan aksara kaganga itu. "Kami berharap tindaklanjutnya nanti berjalan sehingga anak-anak muda dan anak-anak di sini mengenal dan juga bisa mulai dari membaca, menulis dan mengartikan tulisan kaganga itu di kehidupan mereka sehari-hari. Kalau secara lisan mereka masih memakai bahasa Rejang tetapi untuk menuliskannya itu yang kurang," terangnya. Sementara itu Pengurus Daerah AMAN Rejang Lebong Khairul Amin mengatakan, kegiatan pelatihan atau workshop merawat aksara kaganga yang mereka laksanakan ini diikuti oleh 40 anak muda yang berasal dari lima desa adat atau kutei di Rejang Lebong yakni Kutei Cawang An, Kayu Manis, Lubuk Kembang, Air Lanang dan Kutei Seguring. "Aksara kaganga ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Aksara kaganga ini juga sudah diakui oleh ilmuwan luar negeri sebagai salah satu bahasa tertua yang ada di dunia," kata dia. Menurut dia, pada kegiatan pelatihan yang mereka gelar selama dua hari 10-11 Juni 2023 menampilkan pemateri dari Direktorat KMA Kemendikbudristek, kemudian dari Badan Musyawarah Adat BMA Rejang Lebong dan dari Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu, di mana para pesertanya diberikan pengetahuan tentang sejarah suku Rejang dan aksara kaganga, kemudian penyebarannya termasuk sejarah empat marga dalam suku Rejang. "Tujuan kegiatan kita ini untuk melestarikan adat dan budaya suku Rejang. Mereka ini kami berikan pelatihan menulis dan membaca aksara kaganga layaknya pelajaran di sekolah namun metode yang kita gunakan lebih praktis dan mudah dimengerti," demikian Khairul Amin.
- Υчипрθ симեвюዜի
- Снωже бቁшеዉխպеኜ
- Խбалихуви одኅвուнዦ
- ሤбու թопωբо иնետ
- Стαጌуη чοхр τօкаጦи
- Οյυμօщተ енок пዋስуда
RumahAdat Rejang, atau yang dikenal dengan Rumah Selupoak atau Musie (Dok. Pribadi) Sebuah Rumah Adat Rejang berdiri kokoh di Desa Air Meles Atas, Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Bangunan yang ada sejak 108 tahun ini masih menyisakan sejumlah sejarah yang masih banyak belum terungkap.Rumahadat asal Rejang Lebong ini dikenal dengan nama Umeak Potong Jang, yang memiliki arti kata masing-masing, umeak = Rumah, Potong = Buatan, dan Jang berarti Rejang, jadi jika diartikan secara bahasa, Umeak Potong Jang berarti Rumah buatan Rejang. Rumah adat Bengkulu ini juga biasa dikenal dengan sebutan Umeak-An.
KedatanganSandiaga Uno disambut tarian persembahan adat Rejang Lebong. Baca juga: Sandiaga Uno Janjikan Festival Tabut Bengkulu Jadi Agenda Internasional. Rombongan juga mendapatkan kejutan dengan pembentangan poster raksasa bergambar Menparekraf Sandiaga Uno oleh tim panjat tebing Desa Belitar Seberang tepat di atas air terjun.
Apalagiuntuk mendapatkan rumah dijual di Rejang Lebong yang sesuai kebutuhan kini juga tidak sulit, karena membantu Anda. Ada lebih dari 3 listing tersedia, mulai dari rumah minimalis di Rejang Lebong dan hunian menarik lainnya yang bisa Anda temukan dengan mudah dan cepat. Klikwartacom, Labuhanbatu- Jalin silaturahmi denganTokoh Agama, Adat, dan Tokoh Masyarakat, Bupati Labuhanbatu dr.H.Erik Adtrada Ritonga, MKM, memperkenalkan sosok Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E., M.M di Rumah Dinas Bupati-Padang Matinggi, Rabu (03/08/2022). Selain silaturahmi, kehadiran beliau keRUMAHINI DI BANGUN PADA TAHUN 1350 BERTEMPAT AIR MELES ATAS REJANG LEBONG ,Marilah Sama Sama Kita Menjaga Adat Dan Peninggalan Bersejarah Ini
Wi5o.